Penghuni 60

burung terbang

basmalah


















daftar payoneer

Sabtu, 25 Juni 2016

Sunway TaihuLight, Komputer Tercepat di Dunia

[Penghuni 60] Tiongkok melakukannya lagi! Negeri Panda itu membuktikan dirinya tangguh, semakin lepas dari ketergantungan teknologi Barat.

Kemarin (20/6/2016) Sunway TaihuLight produksi Chinese Supercomputing Center menjadi superkomputer tercepat di dunia. Top500 mengumumkan prestasi Negeri Panda itu setelah melakukan survei terhadap superkomputer-superkomputer andal dunia.

Baca Juga:

"Ini menjadi akhir dari ketergantungan Tiongkok terhadap teknologi Barat dalam kompetisi superkomputer," terang Top500 dalam situs resminya. Untuk kali pertama, seluruh komponen Sunway TaihuLight murni buatan Tiongkok. Termasuk microchip.

Generasi Sunway TaihuLight sebelumnya sebenarnya juga merupakan superkomputer tercepat dunia. Tapi, saat itu, microchip yang dipakai buatan Intel.

Sunway TaihuLight, Komputer Tercepat di Dunia

Jika dibandingkan dengan superkomputer generasi sebelumnya, Tianhe-2, Sunway TaihuLight jauh lebih cepat. Bahkan, pabrik yang terletak di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, itu mengklaim Sunway TaihuLight dua kali lebih cepat ketimbang Tianhe-2. Artinya, microchip buatan Tiongkok lebih unggul dalam hal mengakses data ketimbang produksi Amerika Serikat (AS).

Melalui situs resminya, Top500 menjelaskan bahwa Sunway TaihuLight menggunakan prosesor SW26010 buatan Shanghai High Performance IC Design Center. "Prosesor itu benar-benar buatan Tiongkok sendiri, bukan pengembangan dari yang sudah ada," kata Jack Dongarra, pengajar di University of Tennessee yang menjadi salah seorang penggagas daftar Top500.

Dia menganggap prestasi tersebut sebagai awal kebangkitan teknologi domestik Tiongkok. Setiap tahun Chinese Supercomputing Center mampu melakukan dua kali produksi Sunway TaihuLight. Sejauh ini, superkomputer buatan perusahaan milik pemerintah itu banyak digunakan di bidang sains. Yakni, penelitian ilmiah dan meteorologi alias ramalan cuaca. Kemarin Top500 menyatakan bahwa dua di antara sepuluh besar superkomputer tercepat dunia diproduksi di Tiongkok.

Dalam surveinya, Top500 bekerja sama dengan para pakar dari Jerman dan AS. Para pakar itulah yang menguji dan kemudian menilai superkomputer-superkomputer dari berbagai belahan dunia. Di antaranya Jepang, Swiss, dan Arab Saudi. Jika dibandingkan dengan tiga negara tersebut, Tiongkok dan AS memang mendominasi pasar superkomputer dunia. Tiongkok memiliki 167 produk, dua poin lebih banyak daripada AS yang punya 165 produk.

*******
Signp60

Mobile Version

read more


Sabtu, 16 April 2016

Cara Ampuh Lindungi Browser dari Iklan Ngeselin

[Penghuni 60] Kaspersky Lab mengumumkan aplikasi terbarunya yang diberi nama AdCleaner. Peranti lunak untuk pengguna iOS ini mampu secara otomatis memblokir banner iklan, link maupun jendela popup di halaman web yang dibuka pengguna.

Senior Product Manager, Kaspersky Lab, Alexey Chirkov mengatakan, pengguna perangkat mobile tentu menginginkan akses internet yang kencang dan mudah. Namun terkadang, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, mereka harus berjuang terlebih dahulu dengan melewati berbagai lapisan iklan yang hampir memenuhi layar perangkat mobile.

Baca Juga:

"Apalagi jika layar ponsel milik pengguna sudah cukup kecil. Ini pastinya membuat pengguna tidak nyaman," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/4/16).

Cara Ampuh Lindungi Browser dari Iklan Ngeselin

Dia menjelaskan, Kaspersky AdCleaner tersebut akan menyaring konten dari website yang diakses melalui Safari, browser standar iOS, kemudian akan menghapus iklan yang mengganggu. Dengan begitu, pengguna dapat melihat informasi tanpa terganggu adanya iklan.

"AdCleaner tidak hanya membuat surfing web lebih cepat dan lebih nyaman, tetapi juga membantu untuk mengurangi jumlah lalu lintas dan menghemat daya baterai," katanya.

Selain itu, memfilter iklan dengan Kaspersky AdCleaner juga akan membantu pengguna untuk mencegah potensi serangan internet. Sebab, terkadang pengguna dengan tidak sengaja menekan banner iklan yang dapat diarahkan kepada link berbahaya.

"Aplikasi ini dapat membantu untuk melindungi privasi pengguna. Agen iklan tidak akan dapat melacak aktivitas pengguna ketika online," ucapnya.

Saat ini, Kaspersky AdCleaner sudah tersedia secara gratis di App Store untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia. Serta, terdapat dalam bahasa Inggris dan Rusia. Aplikasi penghilang iklan ini mendukung iOS 9 atau lebih tinggi.

*******
Signp60

Mobile Version

read more


Jumat, 25 Maret 2016

Qlue, Aplikasi Karya Anak Bangsa Mulai Populer

[Penghuni 60] Aplikasi buatan anak bangsa, Qlue kini semakin dikenal. Peranti lunak untuk pelaporan berbasis media sosial ini bahkan telah digunakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, pengguna aplikasi tersebut terus meningkat. Hingga saat ini, Qlue telah digunakan sekitar 200 ribu user.

Baca Juga:

CEO Qlue, Rama Raditya menjelaskan, platform sejenis media sosial ini memang dibangun untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Melalui aplikasi ini, semua urusan publik jadi dapat lebih mudah dan transparan.

Qlue, Aplikasi Karya Anak Bangsa Mulai Populer

"Tujuan Qlue memang untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan saat ini telah diterapkan di Jakarta. Fokusnya itu pada pelaporan masyarakat dengan media sosial supaya bisa menimbulkan keaktifan penggunanya," ujar Rama.

Melalui Qlue, masyarakat bisa melaporkan keadaan di sekitarnya dalam bentuk teks maupun foto. Nantinya akan ditindaklanjuti dinas terkait. "Saat ini kita sudah bekerja sama dengan DKI Jakarta dan menerima sekitar 5.000 laporan per hari. Dari laporan ini, 90 persennya akan ditindaklanjuti," papar Rama.

Qlue sendiri juga menjadi salah satu dari tiga aplikasi Over The Top (OTT) lokal yang mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

Dukungan dan pembinaan yang didapatkan antara lain, melalui promosi layanan melalui jaringan milik operator, di antaranya pengiriman SMS Broadcaster, pencantuman logo, link, dan banner.

Sudahkah Anda mencoba aplikasi ini??

*******
Signp60

Mobile Version

read more


Kamis, 17 Maret 2016

20 Spesies Tanaman Baru Ditemukan di Siak

[Penghuni 60] Sejumlah ilmuwan dari Universitas Kyushu Jepang melakukan penelitian di kawasan konservasi atau arboretum APP-Sinar Mas di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati hutan hujan tropis di Asia Tenggara.

‎Ahli Botani dan Taksonomi Universitas Kyushu, Tetsukazu Yahara mengungkapkan, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman hayati hutan yang ada. Apalagi luas hutan tropis terus berkurang sehingga banyak jenis spesies tumbuhan juga hilang.

Baca Juga:

“Tim kami sudah sepekan terakhir melakukan riset di arboretum APP-Sinar Mas yang luasnya mencapai sekitar 170 hektar. Kami selama delapan jam sehari berjalan kaki ke tengah tegakan pohon yang lebat di arboretum. Kami meneliti tanaman dari yang terkecil hingga pohon yang tingginya lebih dari 20 meter untuk mengambil sampel penelitian,” kata Tetsukazu, Rabu (16/3).

20 Spesies Tanaman Baru Ditemukan di Siak

Menurut dia, dari mata orang awam, flora yang terdapat di arboretum tersebut terlihat serupa. Namun, Tetsukazu mengatakan kawasan konservasi tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

“Dalam jarak 100 meter kami melakukan riset di tempat ini, ditemukan sekitar 300 spesies tanaman yang berbeda. Saya juga melihat ada 10 sampai 20 spesies yang kemungkinan adalah spesies baru, namun untuk membuktikannya perlu penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Ia mengatakan dalam rangkaian penelitiannya, tim dari Universitas Kyushu telah meneliti hutan hujan tropis di Sabah dan Serawak, Malaysia. Kemudian, mereka juga sudah meneliti ke Provinsi Sumatera Barat dan kini melanjutkannya ke hutan Riau.

“Hutan di Riau ini kurang lebih sama dengan yang ada di Sabah dan Serawak, hanya saja keanekaragaman hayati di sana sedikit lebih banyak," katanya.

Tetsukazu memberikan masukan kepada perusahaan Sinarmas Forestry bahwa potensi keanekaragaman hayati yang dilindungi di kawasan konservasi tersebut harus diperluas. Ia menilai arboretum perusahaan industri kehutanan seluas 170 hektar itu terlalu kecil untuk kepentingan konservasi yang berkelanjutan.

“Luas kawasan konservasi ini perlu ditambah agar peluang keberhasilan untuk menjaga spesies-spesies yang ada semakin besar," tandasnya.

Sementara itu, Chairman Asia Pulp & Paper (APP) Jepang, Tan Ui Sian menyatakan pihaknya sudah beberapa kali bekerja sama dengan kalangan akademisi di Jepang, mulai dari pelestarian lingkungan berupa program penanaman pohon hingga dibidang penelitian. Lokasi arboretum merupakan bagian dari konsesi perusahaan yang dibiarkan alami sebagai tempat berbagai flora dan fauna untuk tujuan penelitian atau pendidikan serta konservasi.

Mari kita lestarikan keanekaragaman hayati ini agar kelak anak cucu kita dapat turut menikmatinya.

*******
Signp60

Mobile Version

read more


 
All about Life, Lives, and Love © July 2008 - 2016 Created by: Penghuni 60 Template feito por Templates para Você Pieces of Me
Contact Me on waaoow.one@gmail.com visit my other world: Tempus Vernum and Amazing Sphere
BacktoTopRN