Penghuni 60


Basmalah














Jual Beli Bitcoin

Sabtu, 20 September 2014

Bahan Berbahaya Dlm Produk Pembersih Rumah

Advertisement
Sabun, pelembut kain dan pengharum ruangan merupakan produk yang kita gunakan sehari-hari untuk menjaga kebersihan rumah. Ternyata, produk-produk tersebut menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan.

Alasannya, karena sebagian produk pembersih yang ada di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya. Jika terkena bahkan secara langsung setiap harinya, bisa berakibat pada gangguan pernapasan bahkan kerusakan ginjal.

Baca juga >> Pertolongan Pertama Bagi Anak Keracunan

Bahan Berbahaya Dalam Produk Pembersih Rumah

Nah, sobat Penghuni 60, berikut ini adalah bahan-bahan berbahaya yang ada di dalam produk pembersih rumah tangga, beserta solusi lain yang bisa Anda gunakan lebih aman.

1. Pengharum ruangan dan sabun cuci piring

Zat berbahaya: Phthalates

Phthalates biasanya banyak ditemukan dalam produk-produk rumah tangga yang berbau harum, seperti pengharum ruangan, sabun cuci piring atau tisue wangi. Produsen biasanya tidak mencantumkan tulisan phthalates pada kemasannya, tapi jika anda melihat kata fragrance atau perfume dalam daftar kandungan zat, maka besar kemungkinan produk tersebut mengandung phthalates.

Bahayanya: Zat kimia ini bisa mengganggu kinerja kelenjar endokrin. Menurut temuan dari para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention di Harvard School of Public Health, pria dengan konsentrasi phthalates yang tinggi dalam darahnya, jumlah spermanya berkurang. "Phthalates juga bisa memicu migrain dan asthma. Meskipun zat tersebut umumnya masuk ke tubuh lewat pernapasan, tapi bisa juga merusak lewat kulit. Phthalates yang terpapar lewat kulit bisa terserap dan mengenai organ-organ dalam," kata peneliti Alicia Stanton, MD, seperti dilansir laman Care2, Jumat (19/9).

Solusinya: Jika memungkinkan, pilihlah produk yang bebas wewangian atau mengandung bahan organik dan alami. Untuk pengharum ruangan, sebaiknya hindari produk yang mengandung aerosol. Ganti dengan minyak aromaterapi esensial atau cukup buka jendela rumah anda setiap pagi agar udara segar bisa masuk. Tempatkan juga beberapa tanaman di dalam maupun luar rumah, karena tanaman merupakan penghisap racun alami.

2. Sabun dan deterjen antibakteri

Zat berbahaya: Triclosan

Triclosan banyak terkandung dalam hampir setiap produk sabun cair, sabun batangan, deterjen dan sabun khusus tangan yang dilabeli anti-bakteri.

Bahayanya: Triclosan merupakan agen anti-bakteri yang sangat agresif, tapi justru bisa memicu pertumbuhan bakteri yang kebal terhadap obat. The American Medical Association pun tidak menemukan adanya bukti bahwa bahan anti-mikroba bisa membuat seseorang jadi lebih sehat atau lebih aman. Artinya, kita sebaiknya tidak menggunakan produk-produk anti-bakteri secara berlebihan karena justru berpotensi membuat mikroba jadi lebih kuat.

Selain itu, beberapa studi juga menemukan bahwa konsentrasi tinggi triclosan sangat berbahaya bagi habitat alga yang hidup di sungai dan aliran air. Triclosan juga bisa mengganggu keseimbangan dan fungsi hormon pada tubuh manusia.

Solusinya: Deterjen dan sabun biasa (tanpa triclosan atau anti-bakteri) sebenarnya sudah cukup untuk membunuh bakteri. Hanya gunakan produk mengandung triclosan jika anda berada di lingkungan yang sangat kotor dan penuh kuman, misalnya toilet umum, lokasi bencana atau setelah kontak langsung dengan luka menganga agar bakteri dan kuman bisa mati dengan cepat. Sementara untuk keperluan sehari-hari, hindari penggunaannya.

3. Pelembut kain

Zat berbahaya: Quartenary Ammonium Compounds (QUATS)

QUATS terdapat dalam cairan pelembut kain dan sebagian besar pembersih perabot rumah tangga yang dilabeli anti-bakteri.

Bahayanya: Quats merupakan bentuk lain dari anti-mikroba, dan efeknya sama seperti triclosan yang berpotensi menumbuhkan bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Quats juga bisa membuat kulit iritasi.Ssebuah penelitian yang dilakukan selama 10 tahun menemukan bahwa quats adalah salah satu pemicu terjadinya infeksi kulit. Quats juga diduga jadi penyebab gangguan pernapasan.

Solusinya: Kurangi bahkan jika perlu hentikan pemakaian pelembut kain. Untuk melembutkan kain, anda bisa gunakan bahan alami dengan campuran cuka dan tea-tree oil.

"Cuka merupakan pelembut kain yang alami. Tidak hanya bebas racun, tapi juga menghilangkan residu sabun dan deterjen," kata penulis 'The Naturally Clean Home' Karyn Siegel-Maier.

Sementara itu, tea-tree oil berfungsi sebagai anti jamur. Campurkan beberapa tetes tea-tree oil dengan satu sendok makan cuka, lalu campurkan ke dalam air di botol spray. Sebagai pengharum, tambahkan beberapa tetes minyak lavender. Gunakan campuran ini sebagai pengganti pelembut kain sekaligus anti-bakteri pada pakaian.

4. Cairan pembersih jendela dan dapur

Zat berbahaya: 2-Butoxyethanol

Zat 2-Butoxyethanol terkandung dalam cairan pembersih multifungsi, perangkat dapur dan jendela.

Bahayanya: 2-Butoxyethanol merupakan bahan utama pada pembersih jendela. Menurut Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat, bahan ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan saat terhirup. Dalam konsentrasi tinggi, 2-Butoxyethanol juga bisa mengakibatkan narcosis (penurunan fungsi sistem saraf pusat), serta kerusakan pada liver dan ginjal. Efeknya bisa lebih berbahaya jika digunakan di dalam ruangan kecil dan tertutup.

Jika anda membersihkan di dalam area terbatas, misalnya kamar mandi tanpa ventilasi udara, anda bisa terkena paparan 2-Butoxyethanol dalam level yang tinggi.

Solusinya: Bersihkan kaca jendela dan cemin dengan koran bekas yang dibasahi cuka. Untuk membersihkan dapur, gunakan bahan pembersih buatan sendiri. Campurkan baking soda, cuka dan minyak esensial. Campuran ini menghasilkan formula pembersih alami yang aman bagi kesehatan.

-------
Semoga dengan adanya informasi bahan-bahan berbahaya yang terkandung dalam produk-produk rumah tangga di atas, bisa membuat kita jauh lebih waspada terhadap penggunaannya. Ingatlah, mencegah itu lebih baik daripada mengobati.




Signp60



loading...

Related Post


23 comments

BTCClicks.com Banner
Apabila sobat menyukai Artikel yang aku tulis, Hayuk atuh diklik disini maka sobat akan mendapat kiriman artikel update terbaru dariku gratis melalui email Penghuni 60 atau masukkan email sobat di bawah ini lalu klik Subscribe

feedsburner
Comment Page :

harus lebih berhati-hati ya Mas, dalam memilih diterjen
Reply Delete
kalau obat pembersih udah jelas mengandung bahan yang berbahaya.
harus hati-hati.
Reply Delete
langsung cek produk pembersih dirumah ah
Reply Delete
wah serem juga yah bahan bahan nya, jadi sebaiknya pembersih rumah tsb harus disimpan dengan baik agar tidak dibuat mainan oleh anak anak ;)
Reply Delete
Penjelasan yang sangat bermanfaat nih Mas :)
Dengan info ini Saya jadi lebih paham untuk lebih berhati hati dan harus Selektif dalam memilih
Detergen/Pembersih untuk kita gunakan di Rumah
Makasih atas info bermanfaat ini Mas *salam sehat
Reply Delete
Ternyata tanpa disadari oleh kita banyak produk pembersih rumah yang mengandung zat-zat yang berbahaya terhadap kesehatan kita semuanya.

Tentunya membaca petunjuk pemakaian yang benar dan tepat akan bisa membantu mengurangi efek dari hal tersebut
Reply Delete
waduh...padahal semua bahan yang disebutkan di atas semua ada di rumah saya. gimana nih, harus diumpetin kali ya biar tidak dipake lagi
Reply Delete
wah harus hati hati ya mas..
salam blogger
Reply Delete
Arie Gond3s: betul bgt mas Arie, daripada nanti beresiko

@Haris Luqman Hakim: iya sob.. waspada itu penting

@Lidya: hehe, :D cek semuanya ya mbak

@Ririn: nah, itu maksudku mbak, boleh sih boleh menggunakannya, cm hati2 aja terhadap anak2..

@Saud Karrysta: sama2 sob, semoga bermanfaat ya, ingat sob, jauhkan dari anak2

@Ferry Nurse: yups, betul sekali mas Ferry, baca petunjuk yg bnr, trs menyimpannya hati2.. hrs ditempat yg khusus

@Kang Ucup: ya jangan diumpetin kang, mending jg dihabisin trs kalo udh abis, baru cara produk yg lain, yg lbh aman

@Dede Andryan: iya sob.. :D salam jg ya..
Reply Delete
hmm, saya sebagai ibu rmh tangga hrs bnr2 jeli terhadap masalah ini, apalagi produk2 diatas memang seringkali saya pake, mksh ya mas infonya, bermanfaat utk saya..
Reply Delete
@Fitriyana: oke mbak, semoga dgn adanya informasi ini bs lebih membuat mbak sekeluarga waspada terhdp bahaya racun yg terkandung dlm produk2 diatas
Reply Delete
terima ksh mas infonya bermanfaat sekali, ada beberapa zat berbahaya yg baru saya ketahui..
Reply Delete
thanks for sharing, this information very usefull for me and my family
Reply Delete
ternyata selama ini kita selalu berdekatan dgn zat berbahaya ya mas, padahal produk2 diatas itu kerapkali aku pake
Reply Delete
Betul sekali mas wawan, sebagai konsumen seyogianya kita lebih selektif dalan memilih dan membeli sebuah produk baik itu jenis yg untuk di konsumsi ataupun non food :)

Good share mas :)
Reply Delete
jangan sampai bahan berbahaya tsb diminum ya mas, soalnya bahaya buat manusia :D

ikutan lomba yuk dicuekin.com :D
Reply Delete
@Obat tradisional: oke mbak, semoga bermanfaat ya..

@Yippee Kay Yay: OK, Kay, thanks before.. :D

@Info Peluang Usaha: iya mas, musti hati2.. terutama jauhkan dr anak2...

@Mbak Susi: sip mbak, semoga kita semua bs lbh waspada, apalagi yg punya anak kcl dirumah, hrs ekstra hati2.. biasanya anak kcl itu suka ingin tau

@Ririn: jls sekali itu mbak Rin, masa mau minum pembersih lantai sih, emangnya udh gak ada sirop ya..

wah, lomba apa nih?penasaran ah...
Reply Delete
trima kasih untuk informasi yg bermanfaat ini mas, penyakit di jaman skrg memang asalnya ya dari adanya zat2 berbahaya tersebut
Reply Delete
kok semuanya berbahaya ya
jadi was was
ternyata yang wangi wangi malah belum tentu baik
Reply Delete
@Michael: yups, setuju dgn pendapatmu sob..

@Apache: hehe... ^_^ kok sip doank sih?

@Dedaunan: iya mbak, lbh baik pake wangi2 yg natural aja mbak..
Reply Delete
Pembersih memang identik dengan jamur, selama mereka bersifat pembersih, biasanya dibekali dengan anti bakteri yang memang merupakan racun. Zat anti bakteri inilah yang juga bersifat racun untuk manusia
Reply Delete
saya baru tahu kalau pembersih rupa dsb,, itu mengandung bahan yang berbahaya ternyata saya baru tahu..
Reply Delete

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik, kalo ada yang meninggalkan link atau iklan di kolom komentar, maka komentarnya akan saya hapus.
Gunakan Form Komentar Klasik untuk hasil komentar terbaik. Terima kasih.


Cancel Reply
 
BacktoTopRN