Penghuni 60


Basmalah












Minggu, 12 Maret 2017

Hiduplah Untuk Saling Mengisi

[Penghuni 60] Sisi kelebihan dan sisi kekurangan akan saling melengkapi satu sama lain sehingga sempurnalah kita sebagai manusia. Namun, meskipun begitu, dalam kebenarannya, untuk bisa melalui hidup ini, kita tidak bisa hidup sendirian. Kita membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa melengkapi apa kebutuhan kita. So, jangan pernah merasa kalau kalian adalah yang terbaik, sehingga tidak memperdulikan kehadiran orang lain dalam hidup kalian.

Baca Juga:

Seperti halnya Tuhan menciptakan Langit dan Bumi, menciptakan siang dan malam, miskin dan kaya, laki-laki dan perempuan, setiap pasangan yang berbeda itu memiliki arti tersendiri dimana setiap pasangan harus bisa saling melengkapi satu sama lain, sehingga terciptalah apa itu yang dinamakan “roda kehidupan”. Sebab, roda kehidupan tidak akan berjalan sempurna jika 'mereka' tidak saling melengkapi.

Hiduplah Untuk Saling Mengisi

Sebuah cerita mini aku temukan dari blog sahabat, yang mana cerita ini telah sanggup membuka mataku tentang arti sebuah perbedaan yang tercipta untuk saling mengisi.

Yuk, sobat Penghuni 60, kita simak cerita bijak berikut ini:


Kisah 2 Sahabat: Nelayan dan Profesor

Suatu hari bertemulah dua orang sahabat lama di kampung pesisir sebuah pantai. Keduanya itu dulu sahabat dibangku SD dan SMP. Atas perjalanan sang waktu dan kesempatan, maka selepas dari SMP mereka menjalani kehidupan mereka masing-masing, yang satu pergi merantau ke kota untuk meneruskan jenjang pendidikannya hingga menjadi Professor dan satunya tetap tinggal di kampung nelayan menjalani kehidupan menjadi nelayan sejati.

Rentang waktu beberapa puluh tahun maka suatu hari Sang Professor pulang kampung mengunjungi sanak-saudara dan keluarga beserta teman-teman lamanya.

Hiduplah Untuk Saling Mengisi

Bertemulah kedua sahabat itu dan kemudian saling melepas kangen. Sebagai bentuk reuni mereka maka teman yang berprofesi sebagai nelayan mengajak temannya yakni Sang Professor untuk naik perahu kecil memancing ikan ke tengah lautan.

Dalam perjalanan ke tengah laut terjadilah dialog yang menarik antara dua kawan lama ini.

“Apa kamu bisa berbahasa inggris?” tanya sang professor kepada si nelayan.

“Wah, terus terang saja saya tidak sempat belajar bahasa Inggris karena saya hanya belajar sampai SMP dan kemudian menjadi nelayan setiap pagi dan sore.” jawab si nelayan dengan ringan dan sedikit malu-malu.

“Rugi sekali kamu tidak bisa bahasa Inggris, dengan bahasa Inggris kamu bisa mempelajari aneka ilmu, berkeliling dunia, merantau dan bisa menjadikan kamu kaya raya. Sebaliknya jika kamu tidak bisa bahasa Inggris berarti kamu sudah kehilangan 50% hidupmu”, saut sang professor dengan nada yang mulai menampakkan keunggulan dan kesombongannya.

Kemudian professor bertanya lagi, “Kalau ilmu matematika kamu bisa tidak?”.

Dengan malu yang makin besar, maka suara lirih sang nelayan menjawab parau, “Apalagi ilmu matematika, kamu tentu tahu sendiri lah dengan bekal aku cuma lulusan SMP pasti tidak tahu banyak tentang Matematika”.

Jawaban si nelayan menjadikan sang professor makin besar kepala dan merasa lebih dari sahabat lamanya itu.

Tiba ditengah laut tiba-tiba cuaca berubah menjadi mendung, dan ombak hujan bercampur angin lebat menerpa perahu kecil kedua sahabat tersebut.

Melihat kondisi ini sang professor menjadi sangat ketakutan dan memegang erat-erat tepian perahu.

“Tenang saja kawan, ombak ini insya Allah tidak akan membinasakan kita. Ini biasa terjadi kalau cuaca seperti ini,” celetuk si nelayan memberikan penerangan kepada sang professor.

“Kita tidak usah takut. Jika ombak menghempaskan perahu ini maka kita tinggal berenang beberapa ratus meter dari sini, maka kita akan sampai ke daratan pantai”, tambah si nelayan.

Mendengar ucapan itu maka makin takutlah sang professor dan mendekap erat si nelayan.

Sang professor kemudian berkata, “Justru karena saya tidak bisa berenang maka saya takut jika perahu ini terbalik dan ombak menghempaskan kita di tengah laut”, berkata dengan penuh ketakutan.

“Wah percuma kamu jika jadi professor tidak bisa berenang, kalau tidak bisa bahasa Inggris dan Matematika tadi kamu katakan akan kehilangan 50% hidupmu, tapi jika saat ini kamu tidak bisa berenang maka kamu akan kehilangan 100% hidupmu”.

Mendengar ucapan sahabat nelayannya itu, maka tersadarlah sang Professor, kalau apa yang diucapkannya itu salah, ia sadar akan kesombongannya itu.


Begitulah, akhirnya kembali lagi kepada dua sisi yang kita sebut di awal.

Jika kita mempunyai sisi kelebihan maka kita tidak boleh mencela dan menghina sisi kekurangan orang lain karena bisa jadi kita banyak kelebihan disisi yang lain tapi banyak juga kekurangan disisi yang lainnya. Jalan yang terbijak adalah...

“Hiduplah saling mengisi agar kehidupan ini menjadi saling melengkapi dan semakin indah.”

Bukankah hidup ini indah? Meski adanya perbedaan, tapi jangan jadikan perbedaan itu sebuah alasan untuk tidak saling menghormati, saling memberi, saling mengasihi satu sama lain.

*******
Signp60

Mobile Version

read more


Rabu, 22 Februari 2017

Cara Membuat dan Membaca QR Code

[Penghuni 60] Apa itu QR Code? QR Code merupakan suatu jenis matriks kode atau bar code dua dimensi yang dibuat dan dikembangkan oleh Denzo Wave (Jepang) yang pada waktu itu merupakan sebuah divisi Denso Corporation, sebuah perusahaan Jepang yang masih merupakan bagian dari Toyota group.

Baca Juga:

QR merupakan singkatan dari Quick Response, sebuah harapan dari pembuatnya bahwa kode ini akan cepat didecode. Awalnya, QR Code digunakan untuk mendata sparepart kendaraan dalam perusahaan, namun kini penggunaannya semakin meluas apalagi setelah spesifikasi QR Code dilepas ke publik.

Cara Membuat dan Membaca QR Code

Tidak seperti bar code yang hanya satu sisinya saja yang mengandung data, QR Code mempunyai dua sisi yang berisi data, dan ini membuat QR Code lebih banyak memuat informasi dibandingkan bar code. QR Code misalnya, dapat menampung informasi berupa URL suatu website yang nantinya dapat digunakan pada majalah, iklan, atau media lainnya, sehingga ketika seorang pengguna hape berkamera dan mempunyai aplikasi pembaca QR Code dapat langsung men-scan dan masuk ke website yang dimaksud tanpa perlu mengetikkan alamatnya.

Selain alamat URL website, QR Code dapat digunakan untuk menyimpan data teks mengenai informasi produk atau hal lain, SMS, atau informasi kontak yang mengandung nama, nomor telepon, dan alamat. QR Code juga dapat dibaca dari segala arah dengan hasil yang sama sehingga meminimalkan kesalahan baca akibat salah poisisi QR Code. Canggih bukan?

Aplikasi QR Generator (pembuat kode QR) dan QR Reader (membaca kode QR)

Cara Membuat dan Membaca QR Code

Cara Membuat dan Membaca QR Code
Untuk menghasilkan suatu gambar atau simbol QR Code, suatu informasi di-encode melalui suatu aplikasi QR Code generator. Untuk yang berbasis web, dari sekian banyak aplikasi QR Code generator yang dapat digunakan, cobalah aplikasi di bawah ini:
- Kaywa QR Code

Dan untuk membaca QR Code, anda bisa menggunakan QR Code reader atau scanner berikut ini:
- ZXing Decoder Online

Bagi anda yang menggunakan ponsel yang sudah bisa membaca QR Code, cukup arahkan camera ponsel anda ke kode QR. Beberapa hape Nokia tipe N9x sudah dilengkapi dengan fitur Nokia Barcode Reader pre-installed.

Untuk memudahkan fungsi dari QR code reader, anda bisa mencoba simulasi dibawah ini:
  • 1) Pada gambar dibawah, klik kanan dan simpan (save image as) gambar tersebut ke dalam komputer anda.

Cara Membuat dan Membaca QR Code
  • 3) Setelah masuk ke website ZXing Decoder, ambil/pilih gambar yang tadi anda simpan dengan mengklik tombol 'Browse' atau 'Telusuri'.
  • 4) Setelah kode QR tadi dipilih, klik tombol 'Submit Query' atau 'Kirim Kueri'
  • 5) Selamat! sekarang anda dapat membaca pesan yang ada pada gambar kode QR tadi.

Mudah bukan? Kalo sudah tahu caranya pasti mudah donk... hehe..

Semoga bermanfaat..
Happy Blogging !


*******
Signp60

Mobile Version

read more


Kamis, 16 Februari 2017

Bencana Penggunaan Antibiotik Tak Terkontrol

[Penghuni 60] Salah satu isu penting kesehatan dunia saat ini adalah resistensi antibiotik. Tak tanggung-tanggung, menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) terdapat 700 ribu angka kematian di dunia pertahunnya karena bakteri resisten.

Fakta itu diungkap dalam acara Pfizer Press Circle (PPC) yang dihelat di Surabaya belum lama ini. ”Itu karena apa? Karena kita saat ini sedikit sakit saja obatnya sudah dikasih antibiotik. Itu tidak benar,” kata dr. Hari Paraton, Sp.OG(K).

Baca Juga:

Lebih lanjut Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kementerian Kesehatan itu mengatakan penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak sesuai indikasi, jenis, dosis dan lamanya, serta kurangnya kepatuhan penggunaan antibiotik merupakan penyebab timbulnya resistensi.

Bencana Penggunaan Antibiotik Tak Terkontrol

Selain itu, banyaknya kasus resistensi dipicu mudahnya masyarakat membeli antibiotik tanpa resep dokter. "Termasuk menyimpan antibiotik cadangan di rumah serta memberikan pada keluarga yang sedang sakit," jelasnya.

Kalau kondisi ini terus menerus dibiarkan, antibiotik yang sudah diminum oleh tubuh akan berubah menjadi racun. Sebab mereka akan membunuh bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Itulah awal dari bencana resistensi.

Yang mengerikan, menurut laporan the Review on Antimicrobial Resistance jika tidak ada tindakan global yang efektif, diperkirakan pada 2050 mendatang, resistensi antibiotik akan membunuh 10 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya. Angka tersebut melebihi kematian akibat kanker, yakni 8,2 juta jiwa per tahun dan bisa mengakibatkan total kerugian global mencapai US$ 100 triliun.

Melihat ngerinya fakta tersebut dokter Hari mengatakan tidak semua penyakit infeksi perlu ditangani dengan antibiotik. "Perlu disadari bahwa antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, bukan mencegah atau mengatasi penyakit akibat virus," jelasnya.

Hal senada diutarakan Widyaretna Buenastuti, Public Affairs and Communication Director PT Pfizer Indonesia. "Kami ingin terus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang terkendali dengan dosis yang tepat untuk mencegah munculnya resistensi antimikroba," katanya.

*******
Signp60

Mobile Version

read more


Minggu, 04 Desember 2016

Wow, Epson Luncurkan Robot Baru C8 Series

[Penghuni 60] Epson baru saja meluncurkan robot industrial 6-axis terbarunya. Sebagai perusahaan terdepan untuk robot presisi tinggi SCARA1, Epson memberinya nama Robot C8 Series. Peluncuran robot C8 series ini melengkapi rangkaian produk robot 6-axis sekaligus lini produk robot SCARA.

Baca Juga:

Keunggulan dari robot ini adalah mampu membawa beban (payload) tertinggi di dalam rangkaian produk robot Epson dan dipergunakan di industri manufaktur dalam berbagai variasi aplikasi. Peluncuran produk ini juga merupakan pendorong pertumbuhan Epson untuk bisnis industri dan fokus pada pasar B2B. Produk robot ini akan dipamerkan pertama kalinya dalam acara Manufacturing Indonesia 2016.

Wow, Epson Luncurkan Robot Baru  C8 Series

Robot C8 Series membawa beban (payload) tertinggi dalam rangkaian robot Epson, mampu menahan beban hingga 8 kg pada kecepatan tinggi dengan getaran minim. Pengembangan teknologi pada kontrol getarannya menggunakan Quartz Micro Electro Mechanical Systems (QMEMS) Epson dengan indra pada kecepatan sudut dan umpan balik untuk membantu mengurangi getaran secara signifikan selama bergerak.

Salah satu robot paling ringan dikelasnya, robot C8 series memberikan kecepatan dan presisi tinggi pada ruang padat dengan maksimum fleksibilitas, dengan desain lengan yang padat dan badan ramping memberikan pergerakan yang luas untuk ruang sempit.

Epson juga memberikan sensor tekanan terdepan sebagai pilihan dengan robot. Sensor tekanan terbaru memungkinkan robot untuk mengerjakan pekerjaan manufaktur yang kompleks yang membutuhkan presisi tinggi. Dengan sensor tekanan, saat ini robot dapat 'merasakan' tekanan hingga 0.1 Newton dan dapat melakukan pekerjaan seperti perakitan komponen.

Sensor ini juga dapat digunakan untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan sensor manusia seperti penggosokan, deburring, memberikan kebebasan kepada manusia dalam hal pengerjaan tugas berulang.
Industri robot dapat juga dilengkapi dengan Epson Vision Guide software sebagai pilihan, yang merupakan pengembangan visi mesin dan sistem proses gambar yang menyediakan interface untuk aplikasi pengembangan robot visi.

Dengan hal ini, robot memiliki kemampuan untuk 'melihat' dan mengidentifikasi objek selama proses produksi, memberi kemampuan dalam memilih produk dalam posisi random untuk penempatan dan perakitan presisi tinggi.

"Kami selangkah lebih maju dalam pengembangan robot, kami membayangkan robot dapat bekerja dan mendukung manusia pada industri, dari manufaktur hingga sektor layanan," kata Ng Ngee Khiang selaku Senior General Manager, Sales & Marketing Division Epson Indonesia.

*******
Signp60

Mobile Version

read more


 
BacktoTopRN