Advertisement
Pernah gak sih sobat Penghuni 60 mengalami sebuah perubahan. Perubahan yang aku maksud disini adalah perubahan pandangan yang mana terjadi dalam waktu yang sekejap saja. Misalkan, sedetik yang lalu kita berkata “tidak”, namun semenit kemudian tiba-tiba saja kita berkata “ya”. Kok bisa begitu? Apa yang bisa menyebabkan kita berubah pandangan sedemikian rupa hanya dalam waktu yang sebentar saja?
Disinilah, perlu kalian ketahui, ternyata diantara kata “tidak” dan “ya” itu terdapat sebuah sekat yang sangat tipis. Jika kalian bisa mengetahui kunci untuk bisa membuka sekat yang tipis itu, maka kesuksesan akan kalian peroleh saat kalian sedang meyakinkan seseorang untuk berkata “ya”.
Nah, cobalah kalian baca sebuah contoh peristiwa kecil di bawah ini, yang mana peristiwa tersebut bukan hanya bisa merubah “pandangan yang jelek” menjadi “baik”. Merubah hal yang “negatif” menjadi “positif”. Akan tetapi peristiwa dibawah ini juga banyak memberikan perubahan-perubahan yang lain. Carilah kuncinya, apa yang bisa merubah semua itu.
Sore itu sebuah bis kota tampak penuh. Ada sekitar sepuluh orang yang berdiri karena tak kebagian tempat duduk.
Seorang bocah lelaki kecil berumur lima tahunan mondar-mandir ke depan dan ke belakang, tanpa mempedulikan keadaan bis yang penuh sesak.
"Bu, tolong dijaga anaknya," ujar seorang penumpang yang merasa terganggu.
"Oya, maafkan anak saya..," sambut ibu si bocah.
Untuk sementara bocah lelaki itu diam dalam rengkuhan ibunya. Tapi tak lama kemudian, dia mondar-mandir lagi. Malah berlari-lari. Senggol kanan senggol kiri. Colek sana colek sini.
"Bu, tolong anaknya diperhatikan," tegur seorang bapak.
"Oya, maafkan anak saya," ibu si bocah berusaha menenangkan anaknya.
Namun lagi-lagi tak berlangsung lama. Si bocah lari-lari lagi. Bahkan kini mulai berani merebut koran yang dibaca seorang penumpang. Lalu menendang-nendang tas travel milik seorang penumpang.
"Bocah gemblung!" bentak bapak pemilik tas.
"Maafkan anak saya, Pak," bela sang ibu.
"Maaf maaf Bisa jaga anak gak sih..?!"
"Sekali lagi, maafkan anak saya," kata sang ibu memelas. Air matanya meleleh tiba-tiba.
"Tidak biasanya anak saya berbuat seperti ini. Saya mohon bagi semua yang ada di sini untuk bisa memakluminya."
Ibu itu lalu menangis sesenggukan. Seluruh penumpang terdiam memperhatikan.
"Anak saya baru kehilangan bapaknya," lanjut sang ibu.
"Kemarin bapaknya meninggal akibat kecelakaan. Mungkin anak saya ini belum bisa menerima kenyataan bahwa bapaknya telah meninggal. Mungkin sekali hatinya sangat terpukul. Mungkin sekali pikirannya jadi agak terganggu"
Semakin deras LELEHAN AIR MATA sang ibu. Si bocah lelaki makin menjadi-jadi kenakalannya.
Namun kini, tak ada lagi yang merasa terganggu pada kenakalan si bocah. Berbalik 180 derajat. Mereka membiarkan saja apapun perbuatan si bocah. Tak ada lagi tatapan marah atau kebencian.
Semua memandangnya dengan penuh RASA BELAS KASIHAN dan sejuta RASA IBA.
Sobatku semua, KONDISI di dalam bis masih sama, KENAKALAN si bocah pun masih sama, tapi ada perubahan mendasar yang terjadi di dalam bis itu.
Ya! Itu adalah PERUBAHAN akan SUASANA HATI para penumpang bis.
Lalu apa yang telah merubah semua itu?
Jawabnya sederhana saja, hanya sebuah INFORMASI. Inilah yang disebut PERUBAHAN PARADIGMA. Antara PENOLAKAN dan PENERIMAAN, antara kata SETUJU dan TIDAK SETUJU hanya dipisahkan oleh sekat yang amat sangat tipis sekali. Dan itu hanya karena adanya sebuah INFORMASI.
Berikanlah informasi, yang bisa menyentuh paradigmanya.
Semoga bermanfaat, happy weekend !!!

|
Artikel Menarik Lainnya:
intinya sih, dlm mengambil keputusan itu hrs melihat dari berbagai sisi atau sudut pandang, karena di satu sudut mungkin paradigma kita berkata "ya" tp disudut lain mungkin berkata "tidak"
BalasHapustul gak sob?
paradigma,sudut pandang, itu yg membuat hati kita bisa "legawa".....
BalasHapuswah bermanfaat sob,
BalasHapusparadigma itu kerangka berfikir kah ?
informasi karena ayahnya meninggal itulah yg membuat semua terdiam, keadaan pun berbalik 180 derajat...
ceritanya agak sedih + lagu blognya tambah bikin sedih/ terharu deh...
@Apache: yups, bnr bgt sob, itulah sifat asli manusia, terkadang mudah terpengaruh oleh suatu keadaan. asalkan pengaruh tersebut masuk kdlm dasar paradigma mereka. maka secara sadar ataupun tdk, akan merubah penilaian mereka.
BalasHapus@Dihas: bersyukurlah jika kalian semua mempunyai hati yg "legawa"
@ilmam:Paradigma itu kumpulan
tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang
sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan
membentuk citra subjektif seseorang mengenai suatu
realita dan akhirnya akan menentukan
bagaimana seseorang menanggapi realita tersebut.
ya, informasi ayahnya yg membuat semuanya berubah.
hehe, lagunya sedih ya Mam?
:D
tp km gak nangis kan?
ahaha...
BalasHapusokok makasih atas infonya bos..
denger lagunya rada-rada takut + sedih gimana gitu :v
hiks.. kok aku ikutan sedih ya??
BalasHapusaku bs ngrasain apa yg dirasakan oleh anak itu.
kasihan...
sering bos..
BalasHapuskaya kalo lagi laper masuk ruang makan
niat banget mau makan tapi begitu lihat lauknya sambel doang langsung batal dan mundur teratur...
Saya juga kerakali mengalami kalau anak saya berbuat yang bagi anak kecil hal tersebut seperti mengajak bermain. Tetapi tidak tahu keadaan dan kondisi orang yang diajak bermain sehingga seringkali membuat paradigma yang "keliru"
BalasHapusparadigma mmg memmagng peran penting dalam mengubah cara dan sudut pandang kita trhadap sautu persoalan. TAnpa ada rekonstruksi pd paradigma, perubahan/perbaikan yg terjadi tdk akan sampai pd substansinya.
BalasHapus#selamat menyambut tahun baru dg asa baru
@ilmam: hehe, takut ya? enak tuh kalo disetel mlm2 sendirian dikamar trs lampunya dimatiin, coba aja sok, mrinding2 deh.. :P
BalasHapus@Download mp3: iya sob, kasihan ya..
@Rawins: hehe, emang pernah ya sob lauknya sambel doank??
@Ferry: nah itu dia sob, hrs lbh berpikir lg jgn asal mmberi keputusan
@Ririe: setuju bgt ^_^)b
yg penting kita hrs bs menyeimbangkannya dgn baik
met tahun baru jg
kira2 nyambung gak ya paradigma dgn intuisi?
BalasHapusKalau menurut saya ini sifat manusia yang menilai tanpa tahu fakta
BalasHapus@Michael: hmm, kyknya gak deh sob..intuisi itu kan feeling sob..
BalasHapus@Yunan: nah, itu dia sob, makanya diperlukan hadirnya sebuah informasi, agar yg tdk tau menjadi tau
nice post mas..
BalasHapuskunjungan sore
izin meramaikan kang , , paradigma ,hal yang baru dalam hidup saya :D
BalasHapusKunjungan Baliknya Selalu Saya Tunggu, dan Jangan Lupa Untuk Menambahkan Saya Kedalam Lingkaran G+ Anda, Terima Kasih...
BalasHapusparadigma.....*jd inget dl pas pljrn sosiologi
BalasHapusperspektif. jika kita memandang sesuatu dengan lebih dulu tau latar belakangnya, akan bijaklah kita dalam menilainya. saya trenyuh.
BalasHapuskunjungan malam sob,ane ngikut aja...
BalasHapushmmm si ibu pinter ngeles rupanya, hehe.
BalasHapusUntuk mengetahaui asal sebaba itulah yang tidak bisa dimiliki setiap orang. Berpandangan positif pelu latihan.
BalasHapusButuh info, paradigma itu semacam prinsip gitu ya bang?
BalasHapuskunjungan hari minggu selamat berlibur
BalasHapusBenar ^^
BalasHapusjadi nggak boleh berprasangka buruk dulu. Begitu kan wan?
waahh. artikelnya berat gan.. tapi sangat inspiratif..
BalasHapusGreat article :)
BalasHapusYup, memang ada hal-hal, baik itu berupa informasi atau opini seseorang yang bisa mengubah paradigma kita.
Seperti yg kamu bilang, seseorang bisa mengubah "ya" menjadi "tidak", Ataupun sebaliknya
perubahan paradigma dlm sekejap apakah bisa d katakan dengan masih labilnya seseorang...
BalasHapushttp://www.hargamobiluptodate.blogspot.com
@Sinta: ah gak jg kok.. justru org yg labil itu cenderung gak punya keputusan sama sekali.
BalasHapuskalo sekedar berubah dari "tidak" ke "ya" itu bkn dikatakan bahwa dia labil
terkecuali kalo dia berawal dari "ya" trs bilang "tidak" kemudian bilang "ya" lagi.. ini baru dipertanyakan..
wah baru nemu nih blog yang serba hantu, mantep banget gan blognya ane jadi kepingin..
BalasHapusArtikel bagus yg sangat menggugah perasaan,
BalasHapussaya sangat senang membaca postingan ini, karena banyak pelajaran berharga untuk diri sendiri.
Perubahan dalam sikap diri memang sangat diperlukan terutama cara pandang kita agar selalu bersikap postip untuk tidak mudah berprasangka apalagi menyalahkan org lain...
Terima kasih sudah berbagi
artikel yg saya sukai dan sangat bermanfat
BalasHapusterima kasih
ijin nyimak gan dan salam kenal...
BalasHapussedih..
BalasHapus