Penghuni 60


Basmalah












Kamis, 16 Februari 2017

Bencana Penggunaan Antibiotik Tak Terkontrol

Advertisement
[Penghuni 60] Salah satu isu penting kesehatan dunia saat ini adalah resistensi antibiotik. Tak tanggung-tanggung, menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) terdapat 700 ribu angka kematian di dunia pertahunnya karena bakteri resisten.

Fakta itu diungkap dalam acara Pfizer Press Circle (PPC) yang dihelat di Surabaya belum lama ini. ”Itu karena apa? Karena kita saat ini sedikit sakit saja obatnya sudah dikasih antibiotik. Itu tidak benar,” kata dr. Hari Paraton, Sp.OG(K).

Baca Juga:

Lebih lanjut Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kementerian Kesehatan itu mengatakan penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak sesuai indikasi, jenis, dosis dan lamanya, serta kurangnya kepatuhan penggunaan antibiotik merupakan penyebab timbulnya resistensi.

Bencana Penggunaan Antibiotik Tak Terkontrol

Selain itu, banyaknya kasus resistensi dipicu mudahnya masyarakat membeli antibiotik tanpa resep dokter. "Termasuk menyimpan antibiotik cadangan di rumah serta memberikan pada keluarga yang sedang sakit," jelasnya.

Kalau kondisi ini terus menerus dibiarkan, antibiotik yang sudah diminum oleh tubuh akan berubah menjadi racun. Sebab mereka akan membunuh bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Itulah awal dari bencana resistensi.

Yang mengerikan, menurut laporan the Review on Antimicrobial Resistance jika tidak ada tindakan global yang efektif, diperkirakan pada 2050 mendatang, resistensi antibiotik akan membunuh 10 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya. Angka tersebut melebihi kematian akibat kanker, yakni 8,2 juta jiwa per tahun dan bisa mengakibatkan total kerugian global mencapai US$ 100 triliun.

Melihat ngerinya fakta tersebut dokter Hari mengatakan tidak semua penyakit infeksi perlu ditangani dengan antibiotik. "Perlu disadari bahwa antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, bukan mencegah atau mengatasi penyakit akibat virus," jelasnya.

Hal senada diutarakan Widyaretna Buenastuti, Public Affairs and Communication Director PT Pfizer Indonesia. "Kami ingin terus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang terkendali dengan dosis yang tepat untuk mencegah munculnya resistensi antimikroba," katanya.

*******
Signp60

Mobile Version

loading...

Related Post


1 comments

Apabila sobat menyukai Artikel yang aku tulis, Hayuk atuh diklik disini maka sobat akan mendapat kiriman artikel update terbaru dariku gratis melalui email Penghuni 60 atau masukkan email sobat di bawah ini lalu klik Subscribe

feedsburner
Comment Page :

sekalian nambahin sedikit sobat. minimal jika kita mendapatkan resep antibiotik dari dokter harus dihabiskan. karena kalau tidak habis akan membuat tubuh kita resisten terhadap antibiotik tersebut jika seumpama di suatu saat kita mengalami sakit lagi. sehingga harus dikasih antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi. semoga bisa bermanfaat.
Reply Delete

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik, kalo ada yang meninggalkan link atau iklan di kolom komentar, maka komentarnya akan saya hapus.
Gunakan Form Komentar Klasik untuk hasil komentar terbaik. Terima kasih.


Cancel Reply
 
BacktoTopRN